Kamis, Desember 18, 2008

Menjadi Penyelamat Untuk Diri Kita Sendiri


Ketika kita memulai menjalankan sebuah rancangan kehidupan. Terkadang ada hal-hal yang tidak mungkin terjadi dan di luar pengetahuan kita. Semua di luar kendali, bahkan mungkin di luar kuasa kita. Dan pada saat inilah kita akan merasa sebuah kondisi bernama down zone, dimana zona ini terbentuk dari sebuah kondisi yang tidak kita harapkan. Pertanyaannya apakah yang akan kita lakukan ketika mengalami down zone? Berdiam dirikah? Merenungkah? Menunggu keajaiban datang dengan sendirinya? Hura-hura seraya mencoba melupakan down zone? Atau bercerita pada orang-orang sekeliling kita tentang penderitaan yang kita alami?

Sebenarnya di kala kita mengalami down zone tidak ada yang bisa merubah zona tersebut menjadi normal kembali, kecuali diri kita sendiri. Tentunya dengan bantuan Sang Maha Besar, pemilik dan penggenggam dunia ini. Yang menjadi pertanyaannya sudahkah kita menjadi penyelamat untuk diri kita sendiri?

Sungguh sebenarnya diri kita dalam setiap kondisi apapun harus bisa menyelematkan diri kita sendiri. Dengan tidak terjebak dalam sebuah kondisi terlarut bernama perasaan, sebenarnya kita bisa menyelamatkan diri kita sendiri di saat mengalami down zone. Hanya yang menjadi masalah apakah kita mau menolong diri sendiri? Alih-alih ingin mempertahankan rasa yang ada dalam jiwa, kita berusaha membesarkan wilayah down zone kita, sampai pada tahap akhir. Sungguh dilematis adanya, sebab kita menutup semua solusi yang ada dengan sebuah statement mempertahankan perasaan. Padahal jikalau pikiran kita mau berkompromi dengan perasaan kita, luas wilayah down zone bisa berkurang, bahkan mungkin hilang. Namun karena kita terlena dengan yang namanya rasa, semua seolah menjadi sebuah kewajaran yang tak perlu dirisaukan. Padahal ini adalah sebuah keseriusan yang harus kita perhatikan ketika kita menjalani kehidupan. Bayangkan saja jika luas down zone terus bertambah, maka sudah bisa dipastikan sikap apatis akan sebuah kemajuan tumbuh semakin besar. Dan kalau sudah begini, bisa jadi seorang akan merasa hidup tidak berharga bahkan hampa, yang ujung-ujungnya membuat orang tersebut bunuh diri.

Sungguh ini adalah sebuah problematika serius ketika kita menjalani kehidupan. Dari tulisan ini, saya ingin mengajak sobat pembaca untuk melihat lebih dalam apa itu rasa dan kenapa kita terkondisikan oleh rasa? Bukankah kita mahluk sempurna? Maka kenapa kita tidak bisa mengendalikan apa yang seharusnya bisa dikendalikan? Bukankah kita punya akal untuk melihat semua masalah sebagai bahan pertimbangan? Bukankah kita punya nurani yang memberitahukan, hal terbaik untuk kita? Bukankah kita bisa menjadi penyelamat untuk diri kita sendiri?

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Harapan dan Kenyataan (Maryamah Karpov)


Baru-baru ini saya dikejutkan dengan beragam komentar di milis buku tentang karya Andrea Hirata terakhir yang berjudul Maryamah Karpov, dimana sebuah harapan dan kenyataan sangatlah berbeda jauh. Bahkan timpang antara bumi dan langit. Judul yang menjadi topik tulisan serasa hambar, karena itu hanyalah sebuah permainan dari sebuah penerbit atas dasar kepopuleran. Sungguh hal ini membuat banyak orang dibuat membara ketika membaca novel ini.

Beberapa orang bahkan tidak mau melanjutkan novel ini dalam beberapa bab saja, ada lagi yang mencak-mencak isi dari buku ini hanyalah bualan omong kosong tak berisi, bahkan ada beberapa orang yang akan memboikot produk Bentang Pustaka (Nah lho, ngeri gak tuh?…). Apapun masalahnya, ini semua terletak pada permainan harapan yang disajikan penerbit ketika akan melaunching buku ini. Janji-janji dan isi tidak sesuai, bahkan timpang sangat jauh. Para pembaca seperti menemukan prilaku caleg ketika akan menduduki kursi MPR/DPR. Sungguh ini semua menjadi persoalan serius ketika sebuah harapan berbeda kenyataan.

Meski begitu di sisi lain, saya merasa senang, karena publik Indonesia sudah mulai kritis terhadap sebuah bacaan. Ini menandakan sebuah kemajuan pesat dari sebuah pemikiran bangsa akan sebuah kualitas dari tulisan. Dan ini juga membuat mata kita tersadar bahwa tidak semua nama besar menjamin sebuah mutu. Artinya pilihan nama besar tidak bisa dijadikan jaminan mutu sebuah produk, meski di kala sebelumnya sudah teruji bahwa produk yang dihasilkan baik. Ingat Andrea Hirata juga manusia biasa, jadi sangatlah wajar jikalau ia melakukan kesalahan dalam sebuah penulisan. Meski sebenarnya kesalahan tersebut adalah sebuah kefatalan yang tidak perlu dilakukan. Sebab karya terakhir ini adalah karya pamungkas yang seharusnya menjadi penutup manis dari sebuah karya.

Meski karya terakhir ini melunturkan dirinya, saya tetap angkat topi untuk beliau. Sebab di karya terakhirnya-meski tidak sebaik tiga karyanya-mampu menjadi fenomena tersendiri dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta buku. Karya kita saja belum tentu bisa menjadi buah bibir secara berkala. Jadi bisa dibilang karya terakhir ini sukses menjadi sebuah pengingat, meski tidak sukses secara kualitas.

Selamat buat anda yang kritis melihat karya ini, selamat juga buat Andrea yang telah berhasil menyihir sebuah buku menjadi sebuah konsumsi wajib untuk dibaca. Tanpa dia, ranah sastra kita, tidak mungkin seramai ini. Terakhir selamat untuk penerbit yang sudah membuai harapan dengan sebuah kenyataan yang tak pantas, karena dari kasus ini mata kita bisa menjadi lebih kritis lagi dalam menilai karya yang dihasilkan penerbit anda.

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Minggu, Desember 14, 2008

Resolusi


Setiap tahun menyapa, setiap saat itu juga kita beresolusi. Resolusi yang dibuatpun bermacam-macam. Ada yang berbasis dengan realita, ada yang berbasis pada abstrak dan ada juga yang berbasis pada impian. Apapun basisnya, yang terpenting adalah seberapa konsisten kita menjalankan resolusi. Sebab apalah arti resolusi, jikalau diri ini hanya tidur dan tidak menggapai semua resolusi.

Bisa jadi resolusi terdengar nyaring bak sebuah kaleng kerupuk yang kita pukul. Padahal kita tahu kaleng tersebut tak berisi.

Kalau sudah begini untuk apa beresolusi? Bagi sebagian orang yang tidak beresolusi adalah mungkin menjalani hidup seperti layaknya hidup, tetapi yang menjadi pertanyaannya apakah kita hidup hanya sekedar hidup? Bila hidup hanya sekedar hidup, lantas apa bedanya kita dengan ayam? Apa bedanya kita dengan tumbuhan?

Nah disinilah letak pemahaman sebenarnya tentang hakikat manusia sebagai mahluk yang memiliki kecerdasan dalam berpikir. Disinilah letak dari makna hidup sebenarnya, sebab hidup bukanlah sekedar hidup. Namun hidup itu harus memberi arti bagi yang ditinggalkan. Memberi arti bagi kehidupan sekitarnya, hingga mereka akan selalu tersenyum mengenang kita hingga akhir menjemput.

Jadi sudahkah kita beresolusi untuk kehidupan kita dan orang lain?

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Memaknai Tahun Baru


Pesta pora siap digelar dalam sebuah perhelatan akbar. Yah perhelatan itu bernama Tahun Baru. Sebuah momentum dimana sebagian besar manusia di bumi merayakan dengan sebuah letusan hebat, meniup terompet, mengitari malam dan melihat pergantian tahun sebagai sesuatu yang harus disambut.

Padahal di tahun yang akan datang kita belumlah menjadi manusia terbaik, seperti yang kita harap. Karena kita tidak tahu lingkar takdir mengarahkan kita kemana. Sungguh sebuah pemaknaan yang menjadi sebuah tanya besar ketika kita merayakannya dengan suka cita.

Karena pada dasarnya kita tidak tahu merayakan apa, dan untuk apa pesta pora digelar. Terkadang diri ini bertanya, sudah sebaik apa tahun ini dan apakah tahun depan kita akan menjadi lebih baik? Semua menjadi kelam dalam kelu dan hari ini adalah hari perenungan untuk melihat semuanya sebagai sebuah perenungan mendalam tentang hakikat hidup.

Salam Inspirasi


Irawan Senda


Irawan Senda Menyiapkan Pembukaan Kelas Untuk Sekolah Menulis


Pembukaan kelas menulis sudah sangat dekat, tak terasa waktu sudah sempit. Diantara sempitnya waktu Irawan Senda sedang menyiapkan kelas untuk FOCUZ The Writing School angkatan selanjutnya. Bagi anda yang ingin sekali menjadi penulis. Sekarang adalah saat yang tepat untuk mewujudkan semua mimpi anda. Segera baca informasi di bawah ini, dan jangan lupa pendaftaran ditutup akhir minggu ini ya...

Perjalanan FOCUZ The Writing School memang masih baru dalam belantika dunia training penulisan. Namun perjalanan kami yang baru seumur jagung Alhamdulillah telah memberikan banyak pencapaian yang besar bagi para alumnus kami. Dan pencapaian kami adalah sebagai berikut :
Para tulisan novel alumni kami akan di publikasikan
Alhamdulillah karya teman-teman alumni kami sudah siap untuk diterbitkan! Padahal sebelum mengikuti pelatihan para alumnus sekolah menulis, masih belum terlalu paham tentang cara menulis yang baik.
Mentor tetap
Pencapaian kedua yang kami syukuri adalah kami sudah memiliki mentor tetap. Dengan adanya mentor tetap para alumnus bebas melakukan interaksi langsung dengan para mentor tetap, disamping mentor tambahan kami.
Grup Menulis
Dalam waktu dekat pula angkatan pertama kami akan menelurkan novel interaktif tahun depan. Diharapkan dengan adanya novel interaktif ini akan memacu para angkatan kelas lain melakukan hal yang sama.
Kerjasama dengan penerbit
Pencapaian yang tidak kalah penting adalah kami sudah bekerjasama dengan beberapa penerbit di Indonesia. Sehingga kedepan membuat para alumnus mudah dalam melakukan kerjasama dengan para penerbit.
Manajemen Penulis
Dalam waktu dekat kami juga akan membentuk manajemen penulis yang berfungsi mengatur jadwal dan promosi dari penulis, sekarang sedang dalam tahap proses menuju pembuatan manajemen tersebut.
Kami sadar ini adalah sebuah langkah kecil dari perjalanan panjang kami menjadi sekolah menulis terbesar di Indonesia. Tapi kami yakin kedepan impian kami akan menjadi nyata. Anda ingin menjadi saksi sejarah sebuah komunitas literasi baru muncul di Indonesia? Jika anda ingin bergabung, maka bergabunglah dengan kami dan bangun Indonesia dengan karya nyata kita....
------------------------------
-------------------------------------------------------
Ingin jadi penulis novel yang handal? Kalau kamu ingin menjadi fenomena besar dalam dunia tulis menulis. Maka FOCUZ The Writing School adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan keinginan tersebut. Kami adalah sebuah inkubator yang menelurkan penulis-penulis. Dengan bekal pengalaman kami dalam bidang penulisan, kami bisa membantu Anda untuk meraih impian menjadi penulis.
Berbekal mentor-mentor yang handal Andapun bisa jadi penulis novel yang handal!
Syamsa Hawa
Penulis Novel, Penemu metode menulis novel dalam waktu 8 minggu, Salah satu kontributor artikel dan cerpen di majalah ANNIDA.
Irawan Senda
Penulis buku Living Like a Puzzle, Penulis buku The Trilogy of Life, Pemilik FOCUZ The Writing School, Pemilik FOCUZ Writing Consultant.
Enno Al Khairity
Pemilik konsorsium Indo Book Citra Media, Enno Book dan Enno Media.
Pipiet Senja*
Penulis novel-novel Islam
*Dalam proses konfirmasi
Fasilitas yang kami sajikanpun cukup lengkap, kami memberikan
Modul Materi
CD Data Base (senilai 100.000)
Sertifikat*
Konsultasi Gratis (4 X sampai buku diterbitkan, senilai 750.000)
Ruang Kelas yang representatif.
Lunch
Coffe Break
Free Mengikuti kelas penulisan untuk angkatan selanjutnya (Seumur hidup)
Harga
Normal Rp. 1.250.000,-
Early Bird Rp. 950.000,- (Terbatas hingga 20 Desember 2008)
Dapatkan potongan harga Rp.100.000,- dengan kupon yang ada di buku Irawan Senda "Living Like a Puzzle."
Pembayaran dapat dilakukan via Bank Syariah Mandiri No. Rekening 0390011030 atas nama Senda Irawan Pratono.
Komentar Alumni
Menurut saya acara ini asik dan komunikatif, enak buat ditanya-tanya jadi kita bisa tahu banyak tentang cara penulisan yang baik. Acaranya nggak bikin bete dan yang paling penting suasananya kekeluargaan,
(Siti Maryam, Mahasiswa S1 Hukum Universitas Pancasila)
Sekretariat
Jl.Jeruk No.24
Perum Bintara Jaya I
Bekasi Barat
Telephone 08568873515
Ruang Kelas
Gedung MP Book Point
Jl Puri Mutiara Raya No.72
Cipete, Jakarta Selatan
Telephone 02175910212
Pendaftaran
Dapat dilakukan di sekretariat FOCUZ The Writing School atau di Ruang Kelas.
Pembukaan pendaftaran dibuka mulai tanggal 15 November 2008
Penutupan pendaftaran ditutup tanggal 20 Desember 2008
Acara Diadakan Tanggal 10 dan 11 Januari 2009
Metode Pengajaran
Praktek 50%, Diskusi 30%, Materi 20%

Salam Inspirasi

IS Management

Brand Penerbit Baru




Meski bukan orang baru dalam dunia penulisan, namun baru kali ini Irawan Senda meluncurkan brand produk sendiri untuk sebuah karya. Karya Redhan Amanul adalah sebuah karya pertama yang menggunakan brand FOCUZ Publishing House dengan label Financial Corner. Sebuah label yang diciptakan bagi para financial consultant untuk berkarya dalam dunia penulisan.

Jadi bagi anda yang ingin berkarya dalam dunia penulisan, media FOCUZ Publishing House bisa dijadikan medium bagi anda untuk membentuk brand image, terutama lewat medium buku.

Salam Inspirasi

IS Management

Buku Tentang Saham


Dalam waktu dekat Irawan Senda akan merilis buku pertamanya sebagai ghost writer. Buku yang membahas dunia pasar modal di Indonesia ini, hadir dengan konsep tanya jawab. Ramuan pertanyaan yang mengalir dan dipadu dengan gaya bahasa yang ringan membuat para pembaca buku terpikat dengan buku yang satu ini.

Sentuhan kalimat-kalimat yang ringan dan renyahpun, siap menyapa para pembaca untuk lebih memahami lagi permainan pasar saham sesungguhnya. Sungguh sebuah pengalaman baru bagi Irawan Senda sendiri ketika menggarap karya Redhan Amanul, yang terkenal dengan julukan Provokator Investasi. Jadi jika anda ingin tahu Provokator Investasi dan Inspirator membuat sebuah buku? Tunggu tanggal mainnya di bulan Februari 2009.

Salam Inspirasi

IS Management

Selasa, Desember 09, 2008

Sekarang Berbagi Bisa Dengan Berbagai Cara


Yayasan Mitra Netra

Sebuah yayasan yang peduli dengan pendidikan para tuna netra di Indonesia mengajak kita semua untuk berbagi dengan hanya menuliskan buku favorite kita. Caranya mudah kok :

* Tentukan buku pilihan sobat pembaca, bisa dari koleksi pribadi atau beli baru (tapi ada kriterianya : kriteria buku harus bergenre populer-bukan buku pelajaran-dan cetakan tahun 2000 keatas).

* Kemudian daftar buku yang akan kita tulis secara on line pada www.mitranet.or.id/ebook, atau hubungi :

* Yayasan Mitra Netra

* Kontak Nama : Firdaus / Indah Lutfiah

* Kontak Nomor : (021) 7651386

* E-Mail : firdaus@mitranet.or.id atau indah@mitranet.or.id

* Atau bagi anda ingin mengirimkan formulir via pos bisa dikirim ke :

* Yayasan Mitra Netra

* Jl. Gunung Balong II No.58, Lebak Bulus III, Jakarta Selatan 12440, fak 7655264

* Ketik ulang buku dalam dokumen MS.Word

* Dan kirimkan SOFT COPY hasil ketikan anda melelui email atau pos ke Yayasan Mitra Netra.

Dengan software Mitranetra Braille Canverter, soft file buku tersebut akan diolah menjadi file braille dan selanjutnya dicetak menjadi buku braille. Buku-buku braille yang diproduksi Yayasan Mitra Netra didistribusikan ke seluruh Indonesia melalui layanan perputakaan Braille on Line pada Komunitas Elektronik Braille Indonesia.

Satu Buku Yang Kita Kontribusikan Sangat Berguna Bagi Tuna Netra Di Seluruh Indonesia.

Memetakan Motif Sebelum Beraksi


Motivasi, sebuah kata yang sulit dimengerti oleh sebagian orang. Banyak orang beranggapan dan berkata saya belum termotivasi padahal jika kita tanya pada mereka apa arti kata motivasi, mereka tidak mengetahui dengan pasti.

Dalam salah satu buku Dr. Elfiki Ibrahim (pakar NLP) dijelaskan motivasi terdiri dari dua kata dengan makna yang berbeda. Dua kata pembentuk kata motivasi adalah kata motif dan aksi. Dimana setiap orang yang melakukan atau beraktifitas karena memiliki sebuah motif kepentingan untuk dicapai maka itu bisa dikatakan motivasi. Jadi bisa dikatakan segala aktivitas yang sudah kita jalani adalah bentuk dari motivasi itu sendiri. Maka jika ada statement saya tidak termotivasi untuk menjadi maju, berarti pada hakikatnya ia hanya belum menemukan motif apa yang membuat dirinya harus bergerak. Jadi bagi yang bermasalah dengan hal ini cobalah mencari motif yang kuat yang membuat kita terus bergerak mencapai impian kita.

Berbeda dengan pengalaman orang yang ikut seminar motivasi. Mereka akan berkata saya sudah termotivasi, namun anehnya selang beberapa waktu motivasi mereka kendur kembali. Jadi apakah ini yang namanya motivasi? Untuk situasi kedua, kita harus paham betul bedanya motivasi dengan semangat. Motivasi itu terletak pada alasan mengapa seseorang melakukan suatu aktivitas, sedangkan semangat adalah kekuatan yang ada pada diri sendiri untuk terus menggelorakan dan mengingatkan seseorang akan motivasi yang dibentuk dikepalanya. Maka bagi anda yang selama ini ikut seminar motivasi namun belum termotivasi maka anda salah masuk seminar tersebut. Karena seminar motivasi sebenarnya ditujukan bagi orang yang sudah punya motif, namun belum maksimal dalam mengingat motifnya dan menjaga menstabilkan motifnya. Bagi anda yang belum termotivasi ada baiknya bertanya pada diri anda sendiri, potensi apa yang sebenarnya ada pada diri saya. Jika kesulitan tanyakan teman.

Jika ada opsi-opsi potensi dan alasan kenapa harus mewujudkan potensi tersebut, langkah selanjutnya adalah memetakan motif yang kita inginkan. Untuk memetakan motif bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena kita harus dengan tepat menaruh motif apa yang paling kuat untuk direalisasikan, dan kenapa kita harus menyerealisasikan motif tersebut. Dengan menggali lebih dalam motif kita bisa tahu apa yang harus kita jadikan motivasi.

So bagi anda yang belum termotivasi cobalah bertanya pada diri sendiri, saya benar-benar belum termotivasi atau saya hanya kurang semangat. Kalau kurang semangat, minum @$#%@ (he..he..he..).

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Berdamai Dengan Masa Lalu


Menjalani hari tanpa sebuah kesalahan adalah sebuah perpaduan warna monokrom dan tidak bercahaya. Kesalahan terkadang memberi warna yang bisa memukau dunia, layaknya pelangi yang terbit di sore hari. Permasalahannya apakah yang membuat semua itu menjadi sebuah pelangi harapan?

Ternyata semua terletak dari bagaimana sebuah kesalahan di terima sebagai bagian dari perjalanan dan bukan sebagai sesuatu yang hina untuk mengungkung seseorang sehingga ia buta pada warna pelangi sebenarnya.

Kita bisa saja hidup dengan menutup mata namun jika itu kita lakukan kita hanya menjadi seorang normal yang membutakan diri dari sebuah warna kehidupan kita sendiri. Hidup ini indah, tergantung dari sudut mata kita memandang, begitupun dengan kesalahan. Ia akan menjadi sebuah keindahan bilamana kita menerima dengan tangan terbuka sebagai bagian dari masa lalu terbaik.

Buka diri sobat dan cobalah berdamai dengan masa lalu dam kau akan temukan arti sesungguhnya kehidupan....

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Jumat, November 28, 2008

The Power of Pray


Dalam menjalani kehidupan seseorang tidak bisa tidak berdoa, karena doa memiliki sebuah makna besar ketika kita menjadikannya sebagai bagian dari hidup kita. Pernyataan ini mungkin membuat beberapa orang tidak setuju, namun pernyataan inilah yang saya mau coba share-kan ketika kita berdoa. Banyak rekan dan sahabat saya merasakan manfaat yang besar dari doa. Dari mulai urusan jadi mudah, sampai dengan ketenangan bathin, menjadi sebuah alasan kenapa semua orang harus berdoa.

Nah yang menjadi sebuah problema adalah tentang sudut pandang kita terhadap doa. Doa yang salama ini sebenarnya untuk apa? Apakah pemahaman doa hanyalah sebuah ritual karena memang itulah yang diwajibkan oleh para pembawa risalah kebenaran sebelum kita? Apakah berdoa itu adalah cara untuk meminta, seperti yang diajarkan di dalam sebuah surat yang menyuruh kita untuk meminta kepada-Nya? Atau doa adalah bentuk dari sebuah pengakuan akan kehadiranNya?

Secara pribadi setiap orang memiliki jawaban sendiri atas doa. Bagi saya, doa adalah sebuah kebutuhan. Karena pada dasarnya Sang Khalik tidak membutuhkan doa-daoa dari kita. Ia akan tetap menjadi Penguasa Alam Semesta meski kita tidak berdoa kepadanya. Ia juga tidak butuh diakui atas eksistensinya, sebab fenomena alam, adanya kehidupan dan kematian sudah menjawab itu semua. Lantas kenapa dalam hidup ini kita sering luput dalam berdoa?

Mungkin karena kita tahu pada dasarnya Sang Khalik tidak membutuhkan doa dari kita atau mungkin kita juga sadar Sang Khalik akan selalu Esa sampai kapanpun hingga bumi ini luluh lantah. Jika itu menjadi sebuah jawaban berarti pskiologisnya doa bukanlah sebuah bentuk untuk membangun komunikasi antara Sang Khalik dengan hambanya.

Padahal sebagai seorang umat yang mempercayai-Nya, seharusnya kita bisa berkomunikasi denganNya. Bukankah sebagai hambaNya memang begitu? Sebab siapaun kita, serta apa saja yang telah dicapai oleh kita sudah kita capai semua adalah hasil dari lingkar takdir yang sudah direncanakanNya kepada kita, bukan begitu?

Maka jika memang begitu mengapa diri kita terkadang terjembab pada sebuah kondisi melupakan doa. Dengan berbekal teman yang banyak kita lebih mengandalkan mereka, padahal sejatinya hidup, pertolongan yang sangat membantu adalah pertolongan dari-Nya. Bukanlah dari teman, kerabat atau saudara kita. Mereka pada dasarnya adalah para perantara yang diutus untuk membantu diri kita yang disiapkan jauh-jauh hari untuk bertemu diri kita dalam sebuah momentum bernama waktu.

Jadi jikalau dalam hidup-doa tidak dijadikan sebagai bagian dari hidup kita-sungguh betapa tidak berterimakasihnya diri kita kepadaNya, bukan begitu?

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Kamis, November 27, 2008

Launching Maryamah Karpov


Hadirilah Launching Perdana Novel Maryamah Karpov!! (tetralogi keempat dari Laskar Pelangi)
hanya 300 eks . pesan sekarang juga....Terbatas!
hanya di MP Book Point, jl Puri Mutiara Raya no 72 cipete Jaksel
Tgl/pukul : 28 Nov 2008 / 20.00 WIB - selesai
Hub : Ria ( 021-75910212/081345304910)

Senin, November 24, 2008

Daya Ungkit


Perjalanan seseorang bisa sampai sebuah puncak bukanlah sebuah kebetulan. Ada sebuah daya ungkit yang membuatnya seperti sekarang ini. Daya ungkit seseorang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang mengandalkan skill, ada yang mengandalkan materi, ada yang mengandalkan kekuatan interpersonal, ada juga yang mengandalkan sokongan dari orang kuat. Apapun itu kita harus sadar ketika kita sudah menggenggam kesuksesan ada sebuah daya ungkit yang kita menjadi seperti sekarang ini. Yang pertama adalah karena memang semua sudah diatur oleh Sang Khalik, jadi daya ungkit yang kita harus sadari adalah kuasa Sang Khalik yang membuat semuanya bisa menjadi seperti saat ini. Kita harus sadari betul bahwa segalanya di dunia ini sudah diatur dengan baik oleh-Nya. Maka dari itu perbanyaklah bersyukur dengan kehendak-Nya.

Daya ungkit yang kedua adalah manusia sekitar kita. Sadar atau tidak yang membuat kita sukses dan besar adalah orang-orang yang membantu mengungkit kita dari bawah. Jadi jangan pernah merasa diri kita yang sudah mengupayakan semuanya menjadi sukses karena di dunia ini banyak orang yang berpotensi dan hebat namun hanya menjadi orang biasa dalam kehidupannya. Oleh karena itu teruslah menjaga silahturahim dengan rekan, teman dan sahabat kita.

Daya ungkit selanjutnya adalah modal yang diberikan Sang Khalik kepada kita. Modal tidak identik dengan materi, modal itu bersifat general seperti kesempurnaan fisik, kemampuan otak yang baik, lahir di lingkungan yang baik, sahabat dan teman yang baik, jadi selama itu kita punyai, jangan pernah takut melangkah. Selama kita bisa memaksimalkan dengan baik niscaya kita bisa mengungkit diri kita dengan baik.

Oleh karena itu bagi anda yang merasa memiliki daya ungkit bersyukurlah, karena anda bisa menjadi sesuatu dengan baik dengan modal tersebut. Jadikan modal itu sebagai kekuatan untuk mencapai dan menggapai mimpi. Karena mimpi perlu diwujudkan dan mewujudkan membutuhkan daya ungkit untuk mencapai sebuah kesuksesan. So, selamat memanfaatkan daya ungkit hidup anda....

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Merasa


Kata merasa memiliki banyak konotasi, namun selama ini kata merasa mengacu pada pembenaran dari segala prasangka yang menghidupkan emosi menjadi sebuah kekuatan baru untuk menyalahkan diri sendiri atau lingkungan. Terlalu banyak menyalahkan menjadi sebuah pekerjaan baru yang menghiasi hari-hari dalam hidup. Padahal jikalau kita mau memaknai merasa lebih mendalam, maka semua rasa merasa hanyalah sebuah kesemuan semata. Sebab semua yang bernama merasa itu adalah sebuah pandangan yang tidak nyata, bahkan cenderung abstrak. Jadi kenapa kita harus khawatir pada sesuatu yang abstrak? Bukankah selama ini kita adalah bagian dari keabstrakan itu? Buktinya kita tidak pernah jelas memposisikan diri kita seperti apa, bukan begitu?

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Sepeda Dalam Sebuah Sudut Pandang


Di malam hari nan sunyi terlihat sebuah sepeda gunung tergeletak di depan lift jembatan busway. Sepeda yang terkunci ini memberikan sinyalemen kuat bahwa sepeda ini bukanlah sepeda biasa. Saya sempat berpikir tentang keberadaan sepeda, karena bagi saya tidak lazim menaruh sepeda di lift jembatan busway. Namun begitulah adanya....

Tak lama kemudian sang pemilik menghampiri sepedanya dan membuka gembok sepeda satu persatu, dengan senyum sapanya ia melihat kearah saya dan berkata saya pulang mas. Tas bertuliskan pesta blogger menjadi penanda bahwa dia adalah salah satu pengunjung pesta blogger tahun ini. Orang yang ramah ini kemudian pergi meninggalkan lift itu dengan pedenya. Tidak peduli Jaguar dan Alphard yang lalu lalang di jalan ini.

Melihat pola unik transportasinya membuat saya belajar baru hari ini. Terutama ketika diri ini sering sekali mengotori langit biru nan indah dengan sebuah kendaraan dengan berpendingin udara. Sungguh kita seharusnya belajar dari orang tersebut. Ia tidak banyak memberikan argumentasi tentang pemanasan global, apalagi mengajarkan tentang tata cara membersihkan bumi ini dari CO2. Memberi contoh adalah salah satu cara efektif dan baik.

Indonesia sudah terlalu banyak para akademisi vokal tanpa bertindak, hanya memberikan buah pikiran tanpa bertindak. Padahal jika ingin berubah kita harus bertindak, bukan berbicara. Sekarang bagaimana dengan kita?

Salam Inspirasi

Irawan Senda

The Power of Community


Pesta blogger adalah sebuah kekuatan komunitas baru yang tidak bisa dilihat sebelah mata saat ini. Kekuatannya bagai magnet yang tidak bisa dipungkiri lagi dalam kancah komunitas tanah air. Acara kongkow-kongkow bareng sampai kegiatan sosial, seperti menjadi sebuah rangkaian baru yang tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Selain melakukan kegiatan sosial via internet mereka juga tidak jarang saling berkunjung satu sama lain dalam dunia nyata. Tujuannya memang saling mempererat hubungan antar komunitas blog satu sama lain. Yang paling terasa dari adanya komunitas ini adalah persaudaraan yang kuat satu sama lain. Semua seolah tidak mengenal siapa anda dan dari mana asal anda, yang penting asal kita punya blog maka kita adalah satu saudara. Sungguh sebuah prilaku positif yang mencirikan bangsa kita adalah bangsa yang ramah.

Selain rasa persahabatan yang terbangun, komunitas yang sudah terbangun dengan baik ini juga memiliki rasa tolong menolong yang tinggi diantara komunitas blog satu dengan yang lainnya, sehingga tidak heran seseorang akan merasa sangat nyaman ketika mereka berada dalam sebuah lingkup komunitas blog.

***

Belajar dari fenomena ini, saya merasa sudah seharusnya kita membangun sebuah komunitas. Karena dengan membangun kekuatan via komunitas, kita akan semakin lebih kuat, sebagai contoh ada salah seorang kartunis asal Prancis datang ke Jakarta. Kala itu banyak orang yang tidak mengenalnya dengan baik, namun berkat bantuan komunitas kartunis di Indonesia. Acara book signingnya dipenuhi massa pecinta kartun. Kalau sudah begini bisa dikatakan komunitas memegang pengaruh kuat dalam mensukseskan sebuah kegiatan. Oleh karena itu mulai saat ini, detik ini, sekarang juga.... Kita bangun sebuah komunitas yang kuat, kalau sudah terjalin dengan baik, kita akan merasakan manfaatnya. Bukankah silahturahhim itu memperluas pintu rezeqi?

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Irawan Senda Meet Nona Dita


Sudah lama sekali saya tidak bertemu dengan Dita. Masih ingat saya dulu kita pernah duduk bareng dalam sebuah training. Sekarang ia menjadi pembicara pendamping di acara sebesar ini. Benar-benar sebuah prestasi yang luar biasa dari seorang alumnus IPB ini. Bagaimana tidak, dengan blog yang berisi tulisan-tulisan singkat ala twitter, mampu membuat mata pecinta blog tertarik dan melirik blognya sebagai salah satu referensi terpercaya untuk dibaca.

Salah saru blognya berisi berbagai macam kata-kata singkat padat namun cukup memberi inspirasi di kala lelah. Gaya penulisan singkat ala twitter menjadi ciri khasnya. Hingga tidak heran blognya memenangkan kompetisi blog yang diadakan XL. Bagi sobat pembaca yang ingin lebih jauh kenal dengannya mulai hari ini ada link blognya.

Salam Inspirasi


Irawan Senda

Inspirasi dari Pesta Blogger


Sabtu 22 November adalah sebuah hari yang tidak bisa dilupakan saja bagi para komunitas blog di Indonesia. Karena ini adalah kopdar blogger terbesar yang diadakan di Indonesia sepanjang tahun 2008. Lebih dari seribu orang mengerubungi ruang auditorium gedung BPPT Sarinah. Semua seakan seperti terbuai dalam sebuah euphoria besar dari perhelatan akbar ini. Sayapun menjadi terbuai dengan kondisi ini.

Ada yang menarik dari pesta blog ini. Setiap blogger memiliki tipe-tipe berbeda dan sungguh unik. Saya membaginya dalam beberapa kelompok :

1. Up To Date

Kelompok Up To Date selalu menenteng lap topnya dalam situasi apapun. Bahkan selama acara berlangsung mereka tidak pernah berhenti menulis untuk blog mereka, seraya mengup load foto-foto dari kamera yang mereka bawa. Ciri khasnya selain menenteng-nenteng tas laptop, ya mojok. Tujuannya jelas untuk mencari tempat yang nyaman untuk berblog ria.

2. Pemantau

Nah ini adalah tipe pengunjung seperti saya, yang kerjanya memantau fenomena unik selama acara berlangsung. Tidak terlalu memikirkan konten acara yang diperhatikan adalah setiap manusia yang berinteraksi satu sama lain.

3. Pendatang Baru

Kalau pendatang baru adalah orang yang sama sekali tidak tahu apa itu blog, tapi berhubung diajak teman dan kolega maka tertarik untuk ikut acara ini. Tujuannyapun macam-macam, ada yang sekedar melihat acara berlangsung, ada juga yang praktik langsung selama acara berlangsung. Maklumlah panitia menyediakan banyak komputer untuk para blogger (tapi ini rada antri lho...).

4. Serius

Nah ada juga tipe pengunjung yang serius sekali mendatangi tempat ini. Ciri yang jelas terlihat adalah rajin bertanya dengan pertanyaan berbobot selama acara berlangsung. Tidak hanya itu ia juga selalu menyiapkan catatan kecil untuk setiap gagasan yang dituangkan oleh speaker.

5. Sensasi

Ada beberapa pengunjung acara ini datang dengan gaya-gaya bak model. Tujuannya adalah memikat orang-orang di sekitar mereka. Dengan pakaian sedikit terbuka membuat setiap mata lelaki menoleh kepada mereka. Ciri khasnya berdandan maksimal agar bisa diwawancara (lho kok??). Ya pada kenyataannya memang mereka senang sekali dengan yang namanya wawancara sebab di sini banyak sekali stasiun tv yang meliput.

6. Hura-hura

Waduh kalau bicara orang-orang ini bisa dikatakan hebohnya setengah mati. Mau ada ini atau itu yang penting teriak. Sekedar meramaikan suasana. Karena itulah sorotan kamera selalu mengarah pada mereka yang teriak-teriak. Tujuannya adalah memperkuat eksistensi kelompok komunitas blognya.

7. Cari Link

Bagi kartu nama, so pasti itulah yang dilakukan. Dengan bertukar kartu nama mereka bisa mendapatkan link dan bisa bekerjasama di kemudian hari, yah syukur-syukur berjodoh (he...he...he...).

8. Haus ilmu

Wah tipe ini mirip orang-orang serius namun sedikit santai. Ciri khasnya, senang datang ke booth-booth promosi yang ada di luar ruangan. Kumpulin brosur adalah pekerjaan utama. Dan bertanya langsung pada marketing produk adalah kerjaannya. Jadi jangan heran mendengar mereka mengeluarkan pertanyaan- pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab juga nantinya pasti tahu.

9. Pemburu Hadiah

Tipe pemburu hadiah biasanya trus keliling dari booth satu ke booth lain untuk mencari tahu hadiah apa yang akan mereka berikan di akhir sesi ketika acara per sesi berlangsung. Dan yang paling kelihatan adalah mereka niat tidak keluar ruangan hanya karena ingin mendapatkan door prize (maklum hadiahnya ada HP Nokia seri N, Ipod dan Lap Top sih…).

Nah itulah tipe-tipe pengunjung pesta blogger 2008, siapapun anda yang merasa dalam kelompok tersebut, anda adalah orang-orang yang sudah meramaikan pesta blogger tahun ini. So, jangan pernah berhenti mewarnai acara persta blogger di tahun mendatang.

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Rabu, November 19, 2008

Pesta Blogger 2008


Bulan ini para komuniat blog akan berkumpul di gedung BPPT Jl.M.H Thamrin, pada datang ya. Biayanya murah kok cuma Rp.50.000 acaranya sendiri berlangsung pada tanggal 22 November ini jam 9 So what are you waiting for?

Cepetan langsung daftar di tempat dan ikuti acaranya...

Salam inspirasi


Irawan Senda

Kamis, November 13, 2008

Topeng Kehidupan



Dalam hidup tanpa sadar kita bukanlah sebenarnya
Dengan bangga kita membuat topeng-topeng yang menutupi hidup kita sebenarnya

Letih? Tidak juga...
Kita terkadang malah bangga dengan topeng kehidupan yang kita buat
Karena dengan topeng kita bisa dihargai secara utuh

Padahal jikalau kita mau renungkan kita ini hidup untuk apa?
Untuk hidup kita sendiri atau untuk dibentuk oleh sebuah persepsi kefanaan dunia?

Tanyaku kini mengalir dalam sebuah pencarian makna akan kebenaran topeng kehidupan
Haruskah topeng-topeng ini dilepas
Atau tetap dipertahankan?

Salam Inspirasi


Irawan Senda

Arti Sahabat


Dalam hidup jangan pernah mempertanyakan arti persahabatan.

Karena sahabat akan datang jika kita tulus.

Dalam hidup jangan pernah bertanya dimana sahabat.

Karena dia akan terlihat ketika kita jatuh.

Dalam hidup jangan pernah melupakan sahabat.

Karena tanpa mereka kita tidak akan pernah bisa berpijak sampai saat ini.

Dalam hidup jangan pernah bertanya seberapa tulus sahabat.

Karena ketulusan tidak bisa terlihat dengan mata tetapi dengan hati nurani.

Semoga dalam hidup ini kita bisa mendapatkan sahabat sejati seperti yang diinginkan.

Salam Inspirasi


Irawan Senda

Senin, November 10, 2008

Tentang FOCUZ The Writing School


Perjalanan FOCUZ The Writing School memang masih baru dalam belantika dunia training penulisan. Namun perjalanan kami yang baru seumur jagung Alhamdulillah telah memberikan banyak pencapaian yang besar bagi para alumnus kami. Dan pencapaian kami adalah sebagai berikut :
Para tulisan novel alumni kami akan di publikasikan
Alhamdulillah karya teman-teman alumni kami sudah siap untuk diterbitkan! Padahal sebelum mengikuti pelatihan para alumnus sekolah menulis, masih belum terlalu paham tentang cara menulis yang baik.
Mentor tetap
Pencapaian kedua yang kami syukuri adalah kami sudah memiliki mentor tetap. Dengan adanya mentor tetap para alumnus bebas melakukan interaksi langsung dengan para mentor tetap, disamping mentor tambahan kami.
Grup Menulis
Dalam waktu dekat pula angkatan pertama kami akan menelurkan novel interaktif tahun depan. Diharapkan dengan adanya novel interaktif ini akan memacu para angkatan kelas lain melakukan hal yang sama.
Kerjasama dengan penerbit
Pencapaian yang tidak kalah penting adalah kami sudah bekerjasama dengan beberapa penerbit di Indonesia. Sehingga kedepan membuat para alumnus mudah dalam melakukan kerjasama dengan para penerbit.
Manajemen Penulis
Dalam waktu dekat kami juga akan membentuk manajemen penulis yang berfungsi mengatur jadwal dan promosi dari penulis, sekarang sedang dalam tahap proses menuju pembuatan manajemen tersebut.
Kami sadar ini adalah sebuah langkah kecil dari perjalanan panjang kami menjadi sekolah menulis terbesar di Indonesia. Tapi kami yakin kedepan impian kami akan menjadi nyata. Anda ingin menjadi saksi sejarah sebuah komunitas literasi baru muncul di Indonesia? Jika anda ingin bergabung, maka bergabunglah dengan kami dan bangun Indonesia dengan karya nyata kita....
-------------------------------------------------------------------------------------
Ingin jadi penulis novel yang handal? Kalau kamu ingin menjadi fenomena besar dalam dunia tulis menulis. Maka FOCUZ The Writing School adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan keinginan tersebut. Kami adalah sebuah inkubator yang menelurkan penulis-penulis. Dengan bekal pengalaman kami dalam bidang penulisan, kami bisa membantu Anda untuk meraih impian menjadi penulis.
Berbekal mentor-mentor yang handal Andapun bisa jadi penulis novel yang handal!
Syamsa Hawa
Penulis Novel, Penemu metode menulis novel dalam waktu 8 minggu, Salah satu kontributor artikel dan cerpen di majalah ANNIDA.
Irawan Senda
Penulis buku Living Like a Puzzle, Penulis buku The Trilogy of Life, Pemilik FOCUZ The Writing School, Pemilik FOCUZ Writing Consultant.
Enno Al Khairity
Pemilik konsorsium Indo Book Citra Media, Enno Book dan Enno Media.
Pipiet Senja*
Penulis novel-novel Islam
*Dalam proses konfirmasi
Fasilitas yang kami sajikanpun cukup lengkap, kami memberikan
Modul Materi
CD Data Base (senilai 100.000)
Sertifikat*
Konsultasi Gratis (4 X sampai buku diterbitkan, senilai 750.000)
Ruang Kelas yang representatif.
Lunch
Coffe Break
Free Mengikuti kelas penulisan untuk angkatan selanjutnya (Seumur hidup)
Harga
Normal Rp. 1.250.000,-
Early Bird Rp. 950.000,- (Terbatas hingga 20 Desember 2008)
Dapatkan potongan harga Rp.100.000,- dengan kupon yang ada di buku Irawan Senda “Living Like a Puzzle.”
Pembayaran dapat dilakukan via Bank Syariah Mandiri No. Rekening 0390011030 atas nama Senda Irawan Pratono.
Komentar Alumni
Menurut saya acara ini asik dan komunikatif, enak buat ditanya-tanya jadi kita bisa tahu banyak tentang cara penulisan yang baik. Acaranya nggak bikin bete dan yang paling penting suasananya kekeluargaan,
(Siti Maryam, Mahasiswa S1 Hukum Universitas Pancasila)
Sekretariat
Jl.Jeruk No.24
Perum Bintara Jaya I
Bekasi Barat
Telephone 08568873515
Ruang Kelas
Gedung MP Book Point
Jl Puri Mutiara Raya No.72
Cipete, Jakarta Selatan
Telephone 02175910212
Pendaftaran
Dapat dilakukan di sekretariat FOCUZ The Writing School atau di Ruang Kelas.
Pembukaan pendaftaran dibuka mulai tanggal 15 November 2008
Penutupan pendaftaran ditutup tanggal 20 Desember 2008
Acara Diadakan Tanggal 10 dan 11 Januari 2009
Metode Pengajaran
Praktek 50%, Diskusi 30%, Materi 20%

Sabtu, November 08, 2008

Arti Tersenyum-Sebuah dialog pada diri


Terkadang kita tersenyum
Senyum yang memberi arti dan senyum memberi makna

Semua seperti sebuah alunan nada yang berkontempelasi dengan makna hati sesungguhnya.
Meski begitu tidak semua senyum memberikan kontempelasi sama dengan makna hati
Karena kesunyian hati siapa yang mengira?

Hari ini kulihat senyum seperti pelangi di mata hati penglihatan
Namun dalam sebuah momentum yang sama, semua seperti cermin kebalikan yang menunjukan kelamnya jiwa

Saat ini aku bertanya dalam relung jiwa
Apakah pantas aku tersenyum dunia
Sementara hatiku berada dalam momentum gundah?

Salam Inspirasi


Irawan Senda

Kamis, November 06, 2008

Wawancara ANNIDA



Akhirnya ANNIDA terbaru terbit juga. Tepat di halaman 68 dan 69 ada wajah saya tertampang disana. Majalah yang mensegmenkan diri sebagai majalah literasi ini bertanya seputar buku dan sekolah menulis saya yang berjudul FOCUZ The Writing School. Di blog ini saya tidak akan banyak bercerita, karena kurang seru dan afdol kalau tidak baca sendiri. So jangan lupa beli majalah ANNIDA terbaru ya...

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Senin, November 03, 2008

Dunia Blog



Perkembangan blog di Indonesia saat ini cukup mencengangkan. Dari waktu ke waktu semakin banyak orang yang membuat blog untuk mempertahankan eksistensinya di dunia maya. Isinya bermacam-macam, dari mulai informasi tempat makan, puisi, jualan barang, google adsense, pengumpul informasi sampai blog yang berisi layanan esek-esek.
Hmm yang jelas bagi masyarakat yang melek internet sudah tidak awam lagi dengan teknologi blog, karena boleh dibilang blog menjadi santapan keseharian bagi para penyuka dunia tulis menulis.
Namun tidak hanya para penulis saja yang suka nge blog namun para artispun sepertinya latah membuat blog-blog pribadi. Apalagi ada penerbit yang suka menerbitkan buku adaptasi blog. Membuat para artispun semakin giat mengisi blog-blog mereka dengan karya dan tulisannya.
Secara content masing-masing blog memiliki karakterisasi sendiri-sendiri. Saya membaginya dalam lima jenis. Dan jenis-jenis itu adalah :

1. Blog Tulisan
Untuk yang jenis pertama biasanya dipenuhi dengan karya-karya mereka seperti puisi, novel atau curhatan mereka. Satu hal ciri mendasar dalam blog tulisan adalah contentnya lebih banyak berisi tulisan-tulisan tangan dari buah pikirannya. Dan ciri yang tidak kalah penting adalah mereka konsisten terhadap gaya bahasa yang mereka pakai.

2. Blog Entertaint
Blog ini dibuat untuk mengentertaint seseorang di kala jenuh. Biasanya content yang disajikan berupa gossip, berita dan foto-foto dunia artis. Pengelolanya biasanya perempuan yang senang sekali bersosialita dengan dunia entertaint. Dan untuk commentnya biasanya berisi pendapat terhadap berita dan foto si artis tersebut.

3. Blog Eksistensi
Blog ini dibuat oleh para pesohor yang sudah terkenal, seperti David dan Victoria Beckham. Blog eksistensi biasanya dikelola oleh orang lain, bukan dikelola oleh diri sendiri. Jadi jangan banyak berharap kita menemukan tulisan dan karya-karya mereka secara langsung (karena pada umumnya tulisan mereka dibuat dari hasil wawancara atau pantauan dalam bertindak).

4. Blog Informatif dan Tips
Hmm di dunia blog ada tipe orang yang tidak mau ribet and maunya rebes. Tinggal tag link sana-sani mereka mengambil tulisan, informasi dan tips yang dibuat orang lain. Sehingga tidak heran ketika melihat blog mereka kita akan berpikir, kayaknya tulisan ini pernah kita baca di website lain. Informasinyapun beragam ada yang di dapat dari situs kuliner, situs informasi Yahoo atau situs esek-esek. Yang jelas mareka tidak pernah membuat langsung content yang mereka buat, karena mereka memang tidak pernah mau repot untuk menulis.

5. Blog bisnis
Blog ini biasanya berisi informasi penjualan barang atau jasa. Fungsinya seperti situs yang ada pada internet saja, yaitu mempermudah transaksi dalam melakukan bisnis secara on line. Tidak hanya blog penjualan saja, ada beberapa blog yang bersifat sangat informatif yang menggunakan jasa link ke website lain untuk mendapatkan pendapatan. Nah hal ini bisa kita tawarkan ke orang lain jika trafic di website kita tinggi.

Hmm itulah gambaran dunia blog yang saya pantau selama ini. Nah termasuk blog seperti apakah kita?

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Rabu, Oktober 29, 2008

Sahabat


Terkadang manusia berjalan sendiri
Tanpa arah, tanpa cahaya
Dan terlingkupi oleh sebuah rasa bernama gundah gulana

Sejak itulah kekosongan bathin lirih meminta pertolongan
Di saat kita sendiri dalam kesenyapan
Kita membutuhkan sosok

Dan sosok itu adalah Sahabat

Tidak ada yang pernah bisa menggantikan kehadiran tujuh hurup ini di kala kita susah senang dan bahagia
Entah sudah berapa banyak warna yang ditoreh oleh tujuh hurup ini di dalam hati kami
Merah, Biru, Jingga, Kuning seolah menjadi gambaran betapa indahnya pelangi yang bersinar di kala hujan kesedihan menghujam kami

Sahabat
Tidak ada kata yang bisa diungkapkan dalam sebuah novel, memoar bahkan memoar
Karena terlalu sulit menggambarkan betapa berharganya dirimu

Sahabat
Kau terlahir untuk melengkapi hari
Dimana kami bisa tertawa bersama
Menangis bersama
Merenung bersama

Sahabat
Sungguh kami tidak berarti tanpamu
Sungguh semua akan berjalan di tempat tanpa doronganmu untuk bisa seperti ini
Engkau bagai bara api yang selalu membakar perjuangan kami menjalani hidup

Sahabat
Dirimu adalah inspirasi tiada henti
Semangatmu adalah pelajaran bagi kami
Dan langkahmu adalah renungan bagi kami

Sahabat
Perjalanan hidup sungguhlah panjang
Setiap hidup adalah awalan
Dan setiap kematian adalah akhiran
Maka jadikan hari ini awalan terbaik
Untuk menggapai mimpi dan melawan asa yang tak pasti

Aku akan selalu mendukung
Selalu, hingga semua berakhir

Minggu, Oktober 26, 2008

Grup Penulis Pertama di Indonesia


Baru-baru ini saya diajak bergabung untuk membuat sebuah grup. Bukan grup band, grup vokal apalagi grup pelawak. Namun saya diajak bergabung dengan grup penulis.
Fiuh saya sempat berpikir lama menerima ajakan ini, namun setelah saya pikir berulang-ulang. Ide ini bagus sekali, karena di Indonesia saat ini berlum pernah ada grup penulis. Dunia penulisan sepertinya hanya bermunculan pemain solo dan untuk pemain grup boleh dibilang tidak ada.

Dahulu ada mungkin kita mengenal Hilman dan Boim yang biasa menulis novel remaja seperti Lupus dan Olga. Namun ini tidak bisa dikatakan grup secara menulis, karena mereka hanyalah dua orang yang bergumpul dan lebih menonjolkan nama masing-masing. Begitupun Beni dan Mice yang sebenarnya tidak bisa dibilang sebagai penulis, karena pada dasarnya mereka memang kartunis, jadi tidak bisa dibilang grup penulis.

Jadi seperti apa grup penulis sebenarnya? Sebenarnya grup penulis adalah sekumpulan orang yang membentuk sebuah kelompok tanpa menonjolkan masing-masing penulis. Sebagai contoh Asma Nadia, dkk. Mereka tidak bisa dibilang grup penulis, karena koalisinya hanyalah sebuah proyek sesaat dan semata saja.

Bayangan saya grup penulis adalah sebuah grup layaknya grup musik yang memiliki manajer yang mengatur jadwal kegiatan mereka, serta melobi para penerbit. Tidak hanya itu grup penulis juga didukung dengan sikap solid masing-masing anggota untuk mempertahankan grupnya, meskipun setiap orang memiliki karya sendiri. Jadi saya bisa katakan itu adalah grup sebenarnya. Lantas bagaimana dengan grup penulis yang ada di Indonesia?

Saya rasa masih sangat jauh dari harapan, karena grup penulis di Indonesia hanya bersifat proyek semata. Kalau proyek habis ya bubar..., sudah hanya segitu saja tidak lebih tidak kurang. Berbeda dengan grup band yang bisa solid dan bertahan bertahun-tahun. Ini juga yang menjadi tugas berat bagi kita para penulis untuk bisa membuat sebuah grup yang solid dan tidak hanya mengandalkan ego semata. Doakan grup penulis saya berhasil ya...

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Senin, Oktober 20, 2008

Ghost Writer


Tukul Arwana, Vagetoz, Tung Desem Waringin, Hermawan Kartajaya, Bob Sadino, mereka adalah nama-nama terkenal yang tidak asing di telinga kita. Terlebih ketika mereka menelurkan buku, maka banyak yang berpikir mereka adalah para penulis yang hebat dan handal. Dengan yakinnya mereka bilang saya adalah penulis, padahal keotentikan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya. Sebab banyak dari nama-nama besar dari penulis terkenal yang bergelut di buku non fiksi adalah orang-orang yang tidak bisa menulis. Mereka menggunakan bahasa verbal yang direkam dalam sebuah tape untuk nantinya ditulis dalam sebuah buku. Ada lagi yang menggunakan metode wawancara tertulis untuk nantinya tulisan tersebut dijadikan sebuah tulisan. Yang menjadi pertanyaan siapa yang menulis itu semua?
Nah untuk mangetahui itu semua saya ingin bertanya pada anda semua tentang istilah ”Ghost Writer” alias penulis bayangan. Profesi ini banyak dijadikan lahan bagi para penulis untuk sekedar menyambung hidup. Bayarannyapun tidak tanggung-tanggung…. Para nama terkenal tersebut bisa membayar Ghost Writer puluhan juta rupiah hanya untuk membuat sebuah buku. Ini adalah profesi yang tidak main-main dan tidak mudah bagi seorang yang ingin sekali hidup menjadi penulis. Karena hidup mengandalkan royalty saja tidak cukup untuk menghidupi diri sendiri jikalau kita bukanlah penulis terkenal…
Ghost Writer adalah jawaban bagi seorang yang mempunyai waktu super padat untuk menjadi penulis buku. Dengan bantuan ghost writer, para nama-nama besar bisa menjadi sukses dalam penjualan bukunya hanya karena ia mampu membayar seseorang untuk membuatkannya buku. Jadi bisa dikatakan hasil karya mereka tidak murni seratus persen dari penulisan mereka. Memang hal ini tidak salah dan dibenarkan saja, lha wong pemikirannya juga dari dia juga.
Namun ini menjadi masalah jikalau para nama-nama besar tersebut tidak pernah mau mencoba menulis karya mereka sendiri. Karena kualitas tulisan mereka sebenarnya menjadi diragukan, apalagi keotentikannya. Bagi saya secara pribadi, hal tersebut sebenarnya tidak memberikan kepuasan bathin dalam menulis, meski kita sendiri yang memiliki ide. Saya berkata seperti ini karena menulis adalah sebuah seni merangkai kata yang indah, bukan sekedar tulisan semata, sebab buat apa kita mempunyai buku tetapi kita tidak paham cara menulis buku tersebut atau bagaimana prosesnya.
Meski begitu ada sisi positif yang tidak bisa dilewatkan saja. Adanya Ghost Writer memungkinkan kita yang benar-benar penulis semain terasah dalam penulisan, sehingga menulis untuk mereka seperti warming up untuk menulis karya sendiri, meski ada juga yang kebablasan (he..he..he..). Saya yakin ke depan trend ini akan semakin luas dan lagi-lagi yang diuntungkan kita-kita yang jadi penulis-makanya jadi penulis donk sobat-he…he…he….
Salam Inspirasi

Irawan Senda

Inspirasi dari Napoleon Hill


Apabila anda berpikir kalah, maka akan kalah
Apabila anda berpikir tidak berani, maka tidak akan berani
Apabila anda ingin menang tapi tidak merasa yakin, boleh dikatakan anda tidak akan menang
Apabila anda berpikir untuk rugi, anda telah rugi
Karena di dunia kita temukan sukses dimulai dari segalanya dalam pikiran
Apabila anda menganggap diri anda unggul, maka anda akan menjadi unggul
Anda harus bercita-cita tinggi untuk bangkit, anda harus merasa yakin terhadap diri sendiri sebelum anda dapat menenangkan suatu hadiah
Perjuangan hidup tidaklah senantiasa memihak pada yang lebih kuat atau yang lebih cepat
Tapi cepat atau lambar sang pemenang adalah orang yang berpikir dia pasti menang
***
Sobat pembaca blog, terkadang kita ingin sekali berhasil dalam sebuah pekerjaan, namun anehnya keberhasilan tidak kunjung datang, malah kegagalan yang menyapa kita dengan hangat. Aneh namun itu banyak sekali terjadi di sekitar kita dan bila kita mau runut penyebab utamanya adalah ketidakyakinan kita dalam melakukan pekerjaan tersebut.
Ketidakyakinan seperti cara kita membentuk dinding penghalang rezeqi untuk kita. Bukankah Sang Khalik pernah berkata Aku adalah apa yang hambaku pikirkan, maka wajarlah jika kita memikirkan tidak berhasil maka hasilnya tidak berhasil. Jika Napoleon Hill saja selalu mengkondisikan kesuksesan pada dirinya lantas mengapa kita tidak mencoba memikirkan hal terbaik untuk diri kita sendiri?
Dengan memulai berpikir positif kita memungkinkan peluang-peluang keberhasilan hinggap pada kita, karena Sang Khalik juga menganggap kita siap menerima apa yang kita pikirkan. So berpikir positif terus sobat, agar kita bisa mendapatkan keberhasilan seperti yang kita harapkan.

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Kamis, Oktober 16, 2008

Interview dengan Majalah An Nida


Rabu 15 Oktober kemarin saya di interview oleh majalah An Nida. Alhamdulillah semua pertanyaan terjawab dengan baik dan cepat. Sebuah pengalaman unik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh wartawan tersebut. Karena pertanyaan diajukan via email dan jawaban yang dibutuhkan cukup banyak.
Berbeda dengan wawancara yang pernah saya rasakan, wawancara dengan An Nida seperti seorang yang diberi sebuah test. Beberapa pertanyaan serasa menantang pemikiran saya untuk berpikir lebih banyak menjawab pertanyaan tersebut. Sungguh wawancara unik dan penuh kesan.
Bagi teman-teman pembaca blog yang penasaran dengan isi wawancara, jangan lewatkan An Nida edisi November ya…

Salam Inspirasi

Irawan Senda

Selasa, Oktober 14, 2008

Plagiat dalam dunia tulis menulis


Hari ini saya banyak berbincang dengan seorang rekan sesama penulis. Namun kali ini penulis yang bersama saya adalah penulis skenario. Ia sangat menyukai menulis skenario pasca menang lomba cerpen yang jurinya adalah Putu Wijaya. Ia memenangkan dua predikat sekaligus dalam satu perlombaan. Karya pertama mendapat juara tiga dan karya kedua mendapatkan harapan ke tiga (peringkat enam), sungguh pengalaman yang luar biasa yang tidak pernah bisa dilupakan. Hal ini karena ia adalah satu-satunya pemenang dari lomba tersebut, sementara lawan-lawan yang dijatuhkannya adalah pria-pria yang notabene sudah malang melintang di dunia penulisan. Sungguh sebuah pengalaman menarik yang diceritakan dengan semangat olehnya. Dari matanya terpancar sebuah kebahagiaan yang sangat besar ketika mengingat kembali masa-masa indahnya.
Cerita ini tidak berhenti sampai di situ saja. Ia kemudian menceritakan sebuah pengalaman yang kurang mengenakkan dalam dunia tulis menulis, terutama ketika ia berhasil menyelesaikan penulisan skenario untuk sebuah film horror yang terkenal di tanah air. Saat itu karyanya di taruh di sebuah production house yang biasa menangani film. Hingga akhirnya ia dipanggil oleh produser untuk di interview tentang penulisan skenario yang telah ia buat. Mereka sungguh terkesima dengan kinerja dari teman saya ini, hingga sang produserpun menjanjikannya uang tiga juta rupiah untuk membeli naskah tersebut. Perasaan ini membuat ia senang bukan kepalang sehingga pikirannya menerawang untuk membelanjakan uang tersebut bila naskahnya terpakai di film.
Minggu, demi minggu dilewati tanpa ada kabar, hingga tahun berganti, ia dikejutkan oleh sebuah ucapan selamat dari rekan-rekannya karena skenario yang dibuatnya telah di filmkan dan meraih penonton yang cukup banyak. Rekan saya ini terbelalak seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ternyata naskah skenarionya dipakai oleh film tersebut tanpa konfirmasi darinya.
Saat itu ia bereaksi cepat mengangkat gagang telephone dan bertanya pada produser tersebut. Produser tersebut seolah tidak tahu menahu tentang apa yang dialaminya, bahkan terkesan tidak peduli dengan masalah ini. Mendengar jawaban dari sang produser, ia menjadi kecewa dan terguncang, bahkan sempat membuat nafsu makannya hilang. Akhirnya dengan berat hati ia ikhlaskan apa yang telah terjadi pada dirinya. Sungguh pengalaman pahit ini menjadi pelajaran berharga yang tidak bisa terlupakan begitu saja untuk dirinya….
***
Sobat pembaca blog, dunia penulisan saat ini tidak lekang dengan prilaku-prilaku jahat para oknum. Tidak hanya di dunia penebangan kayu saja ada kejadian seperti ini, dunia penulisanpun menjadi sasaran empuk untuk melakukan kejahatan. Maka dengan adanya cerita ini saya ingin mengajak sobat pembaca untuk lebih berhati-hati lagi dalam menyerahkan tulisan terutama tulisan kepada sebuah penerbit, berikut adalah tips berharga agar anda terhindar dari kejadian tidak mengenakan ini :
1. Jangan pernah mengirim karya sebelum mensurvei. Kebiasaan saya pribadi sebelum menaruh karya di penerbit adalah survei terlebih dahulu. Dengan mensurvei kita bisa lebih mengenal orang yang akan kita ajak kerjasama untuk menerbitkan karya kita.
2. Jangan pernah mengirim karya via email. Nah bagi anda penulis novel yang terpisah oleh jarak dan waktu, jangan pernah terpancing untuk mengirimkan karya kita kepada penerbit, apalagi penerbit itu masih penerbit kecil. Usahakan mengirimnya dalam bentuk hard copy sehingga kemungkinan orang lain membajak menjadi berkurang.
3. Jangan pernah menceritakan karya anda kepada orang yang belum dikenal. Karena kalau anda menceritakan karya anda pada orang yang tidak dikenal bisa jadi ide kita akan dibajak habis-habisan.
4. Simpan ide dalam medium yang tepat dan bisa dipertanggung jawabkan. Jangan pernah menyimpan karya terbaik kita di blog. Karena mereka bisa saja mencuri ide kita dan menjualnya ke penerbit lain. Setidaknya itu pernah dirasakan oleh teman saya yang biasa menulis idenya di novel.
5. Las but not least mintalah tanda terima setiap kita mengirim karya. Dengan begini kita punya bukti kalau karya kita pernah dikirim ke penerbit tersebut.
Itulah tips-tips singkat agar kita terhindar dari penipuan, semoga bermanfaat….

Salam Inspirasi

Irawan Senda